Bappeda Garut Gelar FGD Evaluasi Integrasi P3KE

Bappeda Garut Gelar FGD Evaluasi Integrasi P3KE

BERITA GARUT, society.ruber.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion Evaluasi Integrasi Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kabupaten Garut.

FGD bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa, 11 Juli 2023.

Kepala BAPPEDA Garut Didit Fajar Putradi menyampaikan, pihaknya menerima kunjungan dari tim Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia (RI).

Di mana, dalam kegiatan ini bersama-sama membahas terkait penanggulangan kemiskinan.

“Mereka ingin overview, ngobrol evaluasi penanggulangan kemiskinan. Terutama, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Garut. Karena salah satu binaannya, juga dari mereka itu adalah Garut,” ucapnya.

Manajemen Penanganan Kemiskinan

Didit mengatakan, dalam kesempatan ini tim dari Bappenas juga meminta agar pihaknya dapat menggambarkan bagaimana manajemen penanganan kemiskinan di Kabupaten Garut.

Mulai dari data pensasaran yang berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Serta, bagaimana memverifikasi data tersebut.

“Kemudian program kegiatan juga kami sampaikan juga tadi, bukan hanya sekedar kita menyampaikan evolusi terhadap penyelenggaran program kegiatan. Yang ada hubungannya dengan upaya-upaya menghapus kemiskinan ekstrim di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Didit, dalam kegiatan ini juga tim dari Bappenas juga menyampaikan terkait evolusi Bappenas. Terhadap, keadaan pengembangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut.

Di mana, angkanya masih cukup besar, tahun lalu angka kemiskinan mencapai 10.65, dan tahun ini 10.42.

“Padahal Inpres Nomor 4/2022, Instruksi Presiden itu mewajibkan semua daerah, kepala daerah itu untuk menyelesaikan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem itu di akhir tahun 2024. Jadi hanya menyisakan berapa bulan lagi, sekarang sudah bulan Juli nih ya,” ucapnya.

Dalam penghapusan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut, semua perangkat daerah memiliki program dan kegiatan yang memilki nilai sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan penghapusan kemiskinan ekstrem di Garut.

Didit menambahkan, di semua perencana program dan kegiatan, baik yang sudah dilaksanakan maupun yang belum dilaksanakan untuk tahun anggaran 2023, pihaknya memiliki identifikasi program program kegiatan.

“Karena waktu perencanaan 2023 kita juga giring perangkat daerah itu untuk menyusun program. Dan kegiatan yang ada hubungannya juga dengan upaya upaya pemerintah daerah menghapus kemiskinan ekstrim, pun demikian untuk tahun 2024,” sebutnya.

Ia berharap, melalui FGD ini, pihaknya bisa mendapatkan rekomendasi dari tim Bappenas. Baik itu nantinya harus dilakukan perbaikan perencanaan setelah dilakukan evaluasi di tahun 2022. Atau bahkan evaluasi di tahun 2023 yang saat ini masih berjalan dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut.