Pencegahan Stunting Dimulai dari Keluarga, Tindakan Penting untuk Masa Depan Anak

Pencegahan Stunting Dimulai dari Keluarga
Ist/R015/ruber.id

BERITA CIREBON, society.ruber.id – Upaya pencegahan stunting kembali menjadi sorotan, salah satunya melalui konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Konsep pencegahan stunting ini, menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.

Selain itu, pola makan yang kaya protein bagi bayi, semuanya dimulai dari lingkungan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Fazar Supriadi Sentosa mengemukakan hal ini dalam rangka Kampanye Percepatan Stunting di aula Andalus City, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (9/2/2024).

“Fokus pada langkah-langkah ini di keluarga Cirebon dapat menjadi fondasi penting dalam mencegah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak,” kata Fazar.

Fajar menjelaskan, tanda-tanda stunting pada anak antara lain berat badan lahir di bawah 2,5 kilogram dan tinggi badan lahir 46 sentimeter.

Namun, hal ini masih bisa dicegah melalui konsultasi dengan bidan atau dokter setempat.

“Langsunglah berkonsultasi dengan bidan desa atau dokter, karena dengan bimbingan dari tenaga kesehatan, stunting masih bisa dihindari,” katanya.

Menurut Fazar, kampanye percepatan stunting adalah bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan deteksi dini di lingkungan keluarga.

Dengan demikian, stunting pada anak bisa dicegah dan Indonesia dapat mencapai target emasnya pada tahun 2045.

DPR RI Apresiasi Program Unggulan BKKBN

Sementara itu, anggota DPR-RI, Netty Prastiyani, mengapresiasi salah satu program unggulan BKKBN.

Yaitu, Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Program ini, bertujuan menjadikan keluarga sebagai pilar utama pembangunan dengan fokus pada pembentukan keluarga yang berkualitas.

“Kami di DPR-RI, sebagai mitra BKKBN, mendukung penuh program Bangga Kencana ini,” kata Netty.

Menurut Netty, ciri-ciri keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, aman, damai, dan harmonis dengan fondasi yang kuat, mampu menjadi contoh bagi banyak orang.

Selain itu, mampu mengatasi berbagai tantangan kehidupan dengan baik.

“Keluarga berkualitas akan melahirkan generasi unggul, dengan pertumbuhan yang optimal dan terhindar dari stunting,” tambah Netty.